Monday, June 8, 2020

Nickname yg keren buat game ML

Mobile legend Bang-Bang saat ini adalah game moba terpopuler di playstore,di dunia apalagi di Indonesia. Mobile legend Bang-Bang sangat diminati sehingga ada jutaan user akun atau Nickname di Indonesia, ada nama akun ML yang lucu, keren, sangar dan aneh. Berikut adalah contoh beberapa nama akun ML atau nickname yg keren :

1.Dengan font unik

King : ꧁☆☬κɪɴɢ☬☆
Gamer : ᶦᶰᵈ᭄Gᴀᴍᴇʀ
Supreme : ㄎひマ尺乞爪
Kratos : ĶŘÂŤÔŠ
Assassins Black ÅŞŞÄŠŞÏŅŞBŁĂČĶ
Sad Boy : ꧁Sa̶d̶B∆Y
Kamvret : ꧁ кαмνяєт
Hacker : H҉A҉C҉K҉E҉R҉
Ninja : ꧁₦Ї₦ℑ₳
Killer : ꧁︎₭iℒℒℰℛ︎꧂
Boss : ░B░O░S░S░
Pro Player : •[ҎƦƟ]ҎȽɅȲȄƦ•
Zeus : ☆ⓏⒺⓊⓈ
Rasta : ꧁гครt
No Game No Life : ṅȏɢѧṃєṅȏʟıғє
Headshot : ▄̷̿̿═ ʜᴇᴀᴅsʜᴏᴛ
Joker : J꙰O꙰K꙰E꙰R
Free Fire : ꧁FREE•FIRE
Killer : ╦̵̵͇̿̿̿̿╤─kïllér
Virus Freak : ⓋⒾⓇⓊⓈ ⒻⓇⒺⒶⓀ
Sniper : ꧁₦ЇꝔ€ℜ
Shivu : ۝sђΐv۝
Legend : Leͥgeͣnͫdᴳᵒᵈ
Boss : ۞Bا§۞

2. Huruf Biasa

ASKEP GAGAL NAFAS


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL NAFAS

I.              PENGERTIAN

·         Gagal nafas adalah ketidakmampuan sistem pernafasan untuk mempertahankan oksigenasi darah normal (PaO2), eliminasi karbon dioksida (PaCO2) dan pH yang adekuat disebabkanoleh masalah ventilasi difusi atau perfusi (Susan Martin T, 1997)
·         Gagal nafas adalah kegagalan sistem pernafasan untuk mempertahankan pertukaran oksigen dankarbondioksida dalam jumlah yangdapat mengakibatkan gangguan pada kehidupan (RS Jantung “Harapan Kita”, 2001)
·         Gagal nafas terjadi bilamana  pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju komsumsioksigen dan pembentukan karbon dioksida dalam sel-sel tubuh. Sehingga menyebabkan tegangan oksigen kurang dari 50 mmHg (Hipoksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari 45 mmHg (hiperkapnia). (Brunner & Sudarth, 2001)

II.           PATOFISIOLOGI

               Gagal nafas ada dua macam yaitu gagal nafas akut dan gagal nafas kronik dimana masing masing mempunyai pengertian yang bebrbeda. Gagal nafas akut adalah gagal nafas yang timbul pada pasien yang parunyanormal secara struktural maupun fungsional sebelum awitan penyakit timbul. Sedangkan gagal nafas kronik adalah terjadi pada pasien dengan penyakit paru kronik seperti bronkitis kronik, emfisema dan penyakit paru hitam (penyakit penambang batubara).Pasien mengalalmi toleransi terhadap hipoksia dan hiperkapnia yang memburuk secara bertahap. Setelah gagal nafas akut biasanya paru-paru kembali kekeasaan asalnya. Pada gagal nafas kronik struktur paru alami kerusakan yang ireversibel.
Indikator gagal nafas telah frekuensi pernafasan dan kapasitas vital, frekuensi penapasan normal ialah 16-20 x/mnt. Bila lebih dari20x/mnt tindakan yang dilakukan memberi bantuan ventilator karena “kerja pernafasan” menjadi tinggi sehingga timbul kelelahan. Kapasitasvital adalah ukuran ventilasi (normal 10-20 ml/kg).
Gagal nafas penyebab terpenting adalah ventilasi yang tidak adekuatdimana terjadi obstruksi jalan nafas atas. Pusat pernafasan yang mengendalikan pernapasan terletak di bawah batang otak (pons dan medulla). Pada kasus pasien dengan anestesi, cidera kepala, stroke, tumor otak, ensefalitis, meningitis, hipoksia dan hiperkapnia mempunyai kemampuan menekan pusat pernafasan. Sehingga pernafasan menjadi lambat dan dangkal. Pada periode postoperatif dengan anestesi bisa terjadi pernafasan tidak adekuat karena terdapat agen menekan pernafasan denganefek yang dikeluarkanatau dengan meningkatkan efek dari analgetik opiood. Pnemonia atau dengan penyakit paru-paru dapat mengarah ke gagal nafas akut.

III.        ETIOLOGI

ASKEP DIABETES MELLITUS


BAB I
KONSEP DASAR

A.    Pengertian
Diabetes Mellitus adalah keadaan hiperglikemi kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada pembuluh basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.(Arif Mansyoer, 1997 : 580)
Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. Diabetes Mellitus digolongkan sebagai penyakit endokrin atau hormonal karena gambaran produksi atau penggunaan insulin (Barbara C. Long, 1996:4)
Diabetes Mellitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin. Sindrom ini ditandai oleh hiperglikemia dan berkaitan dengan abnormalitas, metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Abmormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurogenik dan kardiovaskuler (Hotma Rumoharba, Skp, 1997).
Diabetes Mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin relatif atau absolut  yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia, glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum dan penurunan berat badan.
Klasifikasi etiologis DM American Diabetes Association (1997) sesuai anjuran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) adalah:
1.      Diabetes tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut):
a.       Autoimun
b.       Idiopatik
2.      Diabetes tipe 2 (bervariasi mulai terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).
3.      Diabetes tipe lain
a.       Defek genetik fungsi sel beta:
1)      Maturity Onset Diabetes of  the Young (MODY) 1,2,3
2)      DNA mitokondria
b.      Defek genetik kerja insulin
c.       Penyakit eksokrin pankreas
1)      Pankreatitis
2)      Tumor / pankreatektomi
3)      Pankreatopati fibrotakalkus
d.      Endokrinopati: akromegali, sindrom cushing, feokromositoma, dan hipertiroidism.
e.       Karena obat / zat kimia
1)      Vacor, pentamidin, asam nikotinat
2)       Glukokortikoid, hormon tiroid
3)      Tiazid, dilantin, interferona, dll.
f.       Infeksi: rubela kongenital, sitomegalovirus
g.      Penyebab imunologi yanng jarang : antibodi antiinsullin
h.      Sindrom genetik lain yanng berkaitan dengan DM: sindrom down, sindrom kllinefelter, sindrom turner, dll.
4.      Diabetes Mellitus Gestasional

B.     Etiologi
Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ) atau Diabetes Melitus Tergantung Insulin ( DMTI ) di sebabkan oleh destruksi sel beta pulau lengerhands akibat proses autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) atau Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin ( DMTTI ) disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin.


C.    Patofisiologi
Karena proses penuaan,

ASKEP EFUSI PLEURA


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN EFUSI PLEURA

A.    Definisi
Efusi pleural adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane, 2000)
Efusi pleural adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak diantara permukaan visceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. Secara normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (5 sampai 15ml) berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak tanpa adanya friksi (Smeltzer C Suzanne, 2002).
Efusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura. (Price C Sylvia, 1995)

B.     Etiologi
  1. Hambatan resorbsi cairan dari rongga pleura, karena adanya bendungan seperti pada dekompensasi kordis, penyakit ginjal, tumor mediatinum, sindroma meig (tumor ovarium) dan sindroma vena kava superior.
  2. Pembentukan cairan yang berlebihan, karena radang (tuberculosis, pneumonia, virus), bronkiektasis, abses amuba subfrenik yang menembus ke rongga pleura, karena tumor dimana masuk cairan berdarah dan karena trauma. Di Indonesia 80% karena tuberculosis.
Kelebihan cairan rongga pleura dapat terkumpul pada proses penyakit neoplastik, tromboembolik, kardiovaskuler, dan infeksi. Ini disebabkan oleh sedikitnya satu dari empat mekanisme dasar :
*        Peningkatan tekanan kapiler subpleural atau limfatik
*        Penurunan tekanan osmotic koloid darah
*        Peningkatan tekanan negative intrapleural
*        Adanya inflamasi atau neoplastik pleura
C.    Tanda dan Gejala
*        Adanya timbunan cairan mengakibatkan perasaan sakit karena pergesekan, setelah cairan cukup banyak rasa sakit hilang. Bila cairan banyak, penderita akan sesak napas.
*        Adanya gejala-gejala penyakit penyebab seperti demam, menggigil, dan nyeri dada pleuritis (pneumonia), panas tinggi (kokus), subfebril (tuberkulosisi), banyak keringat, batuk, banyak riak.
*        Deviasi trachea menjauhi tempat yang sakit dapat terjadi jika terjadi penumpukan cairan pleural yang signifikan.
*        Pemeriksaan fisik dalam keadaan berbaring dan duduk akan berlainan, karena cairan akan berpindah tempat. Bagian yang sakit akan kurang bergerak dalam pernapasan, fremitus melemah (raba dan vocal), pada perkusi didapati daerah pekak, dalam keadaan duduk permukaan cairan membentuk garis melengkung (garis Ellis Damoiseu).
*        Didapati segitiga Garland, yaitu daerah yang pada perkusi redup timpani dibagian atas garis Ellis Domiseu. Segitiga Grocco-Rochfusz, yaitu daerah pekak karena cairan mendorong mediastinum kesisi lain, pada auskultasi daerah ini didapati vesikuler melemah dengan ronki.
*        Pada permulaan dan akhir penyakit terdengar krepitasi pleura.

D.    Patofisiologi
Didalam rongga pleura terdapat + 5ml cairan yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis.

ASKEP DECOMPENSASI CORDIS


DECOMPENSASI CORDIS / PAYAH JANTUNG

BATASAN
Suatu kondisi bila cadangan jantung normal (peningkatan frekwensi jantung, dilatasa, hipertrophi, peningkatan isi sekuncup) untuk berespon terhadap stress tidak adekwat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, jantung gagal untuk melakukan tugasnya sebagai pompa, dan akibatnya gagal jantung.

PENYEBAB KEGAGALAN
-          Disritmia (bradikardi,tachicardi)
-          Malfungsi katub (stenosis katub pulmonal/aortik)
-          Abnormalitas otot jantung (kardiomiopati, aterosklerosis koroner)
-          Angina pectoris, berlanjut infark miocard akut.
-          Ruptur miokard

RESPON TERHADAP KEGAGALAN
A.    Peningkatan tonus simpatis
Peningkatan sistem saraf simpatis yang mempengaruhi arteri vena jantung. Akibatnya meningkatkan aliran balik vena ke jantung dan peningkatan kontraksi. Tonus simpatis membantu mempertahankan tekanan darah normal.
B.     Retensi air dan natrium
Bila ginjal mendeteksi adanya penurunan volume darah yang ada untuk filtrasi, ginjal merespon dengan manahan natrium dan air dengan cara demikian mencoba untuk meningkatkan volume darah central dan aliran balik vena.

PENGKAJIAN GAGAL JANTUNG
a.         Kegagalan ventrikel kiri
Tanda dan gejala :
-        Kongesti vaskuler pulmonal
-        Dispnoe, nyeri dada dan syok
-        Ortopnoe, dispnoe nocturnal paroxismal
-        Batuk iritasi, edema pulmonal akut
-        Penurunan curah jantung
-        Gallop atrial –S4, gallop ventrikel-S1
-        Crackles paru
-        Disritmia pulsus alterans
-        Peningkatan BB
-        Pernafasan cyne stokes
-        Bukti-bukti radiografi tentang kongesti vaskuler pulmonal
b.         kegagalan ventrikel kanan
Tanda dan gejala :
-        Cirah jantung rendah
-        Distensi vena jugularis
-        Edema
-        Disritmia
-        S3 dan S4 ventrikel kanan
-        Hipersonor pada perkusi
-        Immobilisasi diafragma rendah
-        Peningkatan diameter pada antero posterial

Klasifikasi gagal jantung (menurut Killip)

ASKEP CHOLELITHIASIS (BATU EMPEDU)


Laporan Pemdahuluan

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN CHOLELITHIASIS (BATU EMPEDU)


I.       Pengertian :
a.       Batu saluran empedu : adanya batu yang terdapat  pada sal. empedu (Duktus Koledocus ).
b.      Batu Empedu(kolelitiasis) : adanya batu yang terdapat pada kandung empedu.
c.       Radang empedu (Kolesistitis) : adanya radang pada kandung empedu.
d.      Radang saluran empedu (Kolangitis) : adanya radang pada saluran empedu.

II.    Penyebab:
Batu di dalam kandung empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein.
Macam-macam batu yang terbentuk antara lain:
1.      Batu empedu kolesterol, terjadi karena : kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu.
     Faktor lain yang berperan dalam pembentukan batu:
·         Infeksi kandung empedu
·         Usia yang bertambah
·         Obesitas
·         Wanita
·         Kurang makan sayur
·         Obat-obat untuk menurunkan kadar serum kolesterol
2.  Batu pigmen empedu , ada dua macam;
·         Batu pigmen hitam : terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi
·         Batu pigmen coklat  :  bentuk lebih besar , berlapis-lapis, ditemukan disepanjang saluran empedu, disertai bendungan dan infeksi
3. Batu saluran empedu
Sering dihubungkan dengan divertikula duodenum didaerah vateri. Ada dugaan bahwa kelainan anatomi atau pengisian divertikula oleh makanan akan menyebabkan obstruksi intermiten duktus koledokus dan bendungan ini memudahkan timbulnya infeksi dan pembentukan batu.

III. Pathofisiologi :
Batu empedu hampir

ASKEP BASALIOMA NASOLABIAL SINISTRA


BASALIOMA NASOLABIAL SINISTRA

BATASAN :
Merupakan tumor ganas dari kulit terdapat adanya lesi yang berbentuk ulkus nodule pada daerah wajah.

PATOFISIOLOGI
FAKTOR PREDISPOSISI :
a.       Faktor dari luar : Radiasi, Bahan kimia, Trauma, Luka bakar, Peradangan kronik, dan Tahi lalat.
b.      Faktor dari dalam : Genetika, Seroderma pigmentosum, nevus sebaseus, dan nevus epidermal yang linier.

TANDA-TANDA KEGANASAN KULIT :
1.      Adanya rasa gatal dan nyeri.
2.      Perubahan warna (gelap, pucat, dan terang).
3.      Ukuran membesar dan permukaan tak rata.
4.      Pelebaran tak merata kesamping.
5.      Perdarahan.
6.      Ulserasi / infeksi yang sukar sembuh.

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT :
·         Biasanya keluhannya sudah lama, adanya rasa gatal, nyeri, adanya bercak pada kulit dan metastase.

KEPERAWATAN :
 Masalah Keperawatan :
·         Ansietas
·         Gangguan penampilan diri.
·         Kerusakan integritas kulit.
·         Perubahan proses keluarga.
·         Perubahan nutrisi

Diagnosa keperawatan :
·         Ansietas yang berhubungan dengan lingkungan rumah sakit yang tak dikenal dan ketidak cukupan pengetahuan tentang kanker dan pengobatannya.

ASKEP CA PARU


CA PARU

A.    PENGERTIAN.
Tumor paru merupakan keganasan pada jaringan paru (Price, Patofisiologi, 1995).
Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel – sel yang  mengalami proliferasi dalam paru (Underwood, Patologi, 2000).

B.     ETIOLOGI.
Meskipun etiologi sebenarnya dari kanker paru belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang agaknya bertanggung jawab dalam peningkatan insiden kanker paru :
1.      Merokok.
Tak diragukan lagi merupakan faktor utama. Suatu hubungan statistik yang defenitif telah ditegakkan antara perokok berat (lebih dari dua puluh batang sehari) dari kanker paru (karsinoma bronkogenik). Perokok seperti ini mempunyai kecenderung sepuluh kali lebih besar dari pada perokok ringan. Selanjutnya orang perokok berat yang sebelumnya dan telah meninggalkan kebiasaannya akan kembali ke pola resiko bukan perokok dalam waktu sekitar 10 tahun. Hidrokarbon karsinogenik telah ditemukan dalam ter dari tembakau rokok yang jika dikenakan pada kulit hewan, menimbulkan tumor.
2.      Iradiasi.
Insiden karsinoma paru yang tinggi pada penambang kobalt di Schneeberg dan penambang radium di Joachimsthal (lebih dari 50 % meninggal akibat kanker paru) berkaitan dengan adanya bahan radioaktif dalam bentuk radon. Bahan ini diduga merupakan agen etiologi operatif.


3.      Kanker paru akibat kerja.
Terdapat insiden yang tinggi dari pekerja yang terpapar dengan karbonil nikel (pelebur nikel) dan arsenic (pembasmi rumput). Pekerja pemecah hematite (paru – paru hematite) dan orang – orang yang bekerja dengan asbestos dan dengan kromat juga mengalami peningkatan insiden.
4.      Polusi udara.
Mereka yang tinggal di kota mempunyai angka kanker paru yang lebih tinggi dari pada mereka yang tinggal di desa dan walaupun telah diketahui adanya karsinogen dari industri dan uap diesel dalam atmosfer di kota.
( Thomson, Catatan Kuliah Patologi,1997).

5.      Genetik.
Terdapat perubahan/ mutasi beberapa gen yang berperan dalam kanker paru, yakni :
a.       Proton oncogen.
b.      Tumor suppressor gene.
c.       Gene encoding enzyme.

Teori Onkogenesis.
Terjadinya kanker paru didasari oleh

Saturday, June 6, 2020

LAPORAN MAGANG 3 FKIP 2020 (INTERNSHIP)


BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (FKIP UMB) sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terkait oleh kebijakan pendidik nasional di bidang kurikulum. Kebijakan kurikulum baru untuk LPTK masyarakat bahwa institusi pendidikan harus menetapkan profil lulusan. Profil lulusan tersebut akan menentukan rumusan capaian pembelajaran (leraning outcome). Penetapan capaian pembelajaran harus mengacu pada market signal dan standar kompetensi. Standar kompetensi bagi lulusan haruslah sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia ((KKNI). Berdasarkan pertimbangan tersebut maka capaian pembelajaran lulusan FKIP UMB akan menjadi dasar pengembangan keahlian sesuai dengan strata keahlian profesi, yaitu guru pertama, guru muda, guru madya, dan guru utama.Pasal 1 ayat (1) PP No. 74/2008 tentang guru, menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesi dengan tugas utsms mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidik formal di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Sejalan dengan pernyataan itu, seorang guru harus memiliki kompetensi yang diharapkan, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Kompetensi ini disiapkan melalui pendidik akademik dan pendidikan profesi.Salah satu prinsip pembelajaran dalam rangka pembentukkan keterampilan, pengembang pengetahuan, dan peneguhan sikap dalam pendidikan akademik versi LPTK adalah belajar dengan berbuat. Magang adalah pembelajaran dengan berbuat, sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Seiring dengan kebijakkan pendidikan nasional yang telah merekomendasikan program magang sebagai bagian dari kurikulum LPTK di Indonesia, maka FKIP UMB juga telah mengadaptasi diri. FKIP UMB telah merancang dan menetapkan program magang sebagai bagian integral kurikulum yang dilaksanakan secara berjenjang yaitu Magang I, Magang II, dan Magang III. setiap program magang dilaksanakan dengan waktu dan tujuan yang berbeda. Masing-masing program magang memiliki bobot SKS sebagai magang I berbobot 1 SKS, magang II berbobot 2 SKS, dan magang III berbobot 2 SKS. Kegiatan magang ini dilaksanakan pada komunitas sekolah, sedangkan pembimbingnya dilakukan oleh Dosen Pembimbing Magang (DPM) dan Guru Pembimbing Magang (GPM) di sekolah yang memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan.Setiap program magang memiliki tujuan yang berbeda. Magang I bertujuan membangun lanadasan jati diri pendidik dan memantapkan kompetensi akademik kependidikan. Magang II bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan yang berkaitan dengan kompetensi akademik bidang studi dan memantapkan awal gru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Magang III bertujuan memberikan pengalaman awal tambahan sesuai dengan kewenangan tambahan yang akan diberikan kepada calon guru. Oleh karena itu, program magang ini merupakan bagian tak terpisahkan bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dalam memperoleh kompetensi akademik.

B. Tujuan
Secara umum, program magang bertujuan untuk membentuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional mahasiswa sebagai calon pendidik. Namun secara khusus program magang bertujuan sebagai berikut.
Program Magang I bertujuan membangun landasan jati diri pendidik dan memantapkan kompetensi akademik kependidikan melalui:

1. Pengamatan langsung kultur sekolah;
2. Pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pedagogik, kepribadian, dan sosial;
3. Pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik;
4. Pemgamatan langsung proses pembelajaran di kelas ; dan
5. Refleksi hasil pengamtan proses pembelajaran.

Program Magang III bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan kaitannya dengan kompetensi akademik bidang studi dan menetapkan keterampilan kemampuan awal calon guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran melaui:

1. Penelaan kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru;
2. Penelaan strategi pembelajaraan;
3. Penelaas sistem evaluasi;
4. Perancangan media pembelajaran;
5. Pengembangan media pembelajaran
6. Pengembang bahan ajar; dan
7. Pengembang perangkat evaluasi.

Program Magang III bertujuan

Monday, August 21, 2017

LAPORAN MAGANG 2 [II] FKIP

LAPORAN KEGIATAN
PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG II
DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 8 BENGKULU




LAPORAN


Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan
Penyelesaian Program Magang

Oleh :
Bemy Hariadi
NPM : 1521110113


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
TAHUN 2017

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kegiatan Magang II telah diperiksa dan disetujui oleh :






Dosen Pembimbing Magang (DPM)                              Guru Pembimbing Magang (GPM)


Kiagus Baluqiah, M.Pd                                                              Dian Andriyanto, S.Pd
NBK 074871412                                                                        NIP 197904282006041016




Disetujui
     Kepala Sekolah,

Salmi, M.Pd
NIP 196106171987032007
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah Swt atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga proses penulisan Laporan Magang II dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
            Penulis menyadari bahwa apa yang telah penulis peroleh tidak semata-mata hasil jerih payah sendiri, tetapi keterlibatan semua pihak. Oleh sebab itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.      Ibu Salmi, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Bengkulu yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan observasi / magang.
2.     Bapak Kiagus Baluqiah , M.Pd, selaku  Dosen Pembimbing yang telah memonitor dan membimbing penulis selama melakukan kegiatan magang.
3.     Bapak Dian Andriyanto, S.Pd selaku Guru Pamong yang telah membantu dan membimbing penulis selama melakukan observasi di sekolah.
4.     Bapak dan ibu guru Serta Tata Usaha SMP Negeri 8 Bengkulu yang telah membantu dan membimbing penulis selama melakukan kegiatan magang II ini.
5.     Rekan-rekan mahasiswa yang memberikan masukan, motivasi, dan dorongan kepada penulis.
6.     Adik-adik siswa SMP Negeri 8 Bengkulu yang penuh semangat dan antusias pada saat mengikuti pelajaran yang disampaikan, semoga adik-adik menjadi orang yang berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan kelemahan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan.




     Bengkulu, 16 Agustus 2017


                       Bemy Hariadi



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (FKIP UMB) sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terikat oleh kebijakan pendidikan nasional dibidang kurikulum. Kebijakan kurikulum baru untuk LPTK mensyaratkan bahwa institusi pendidikan harus menetapkan profil kelulusan. Profil lulusan tersebut akan menentukan rumusan capaian pembelajaran (learning outcome). Penetapan capaian pembelajaran harus mengacu pada market signal dan standar kompetensi. Standar kompetensi bagi lulusan haruslah sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor  08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Berdasarkan pertimbangan tersebut maka capaian pembelajaran lulusan FKIP UMB akan menjadi dasar pengembangan keahlian profesi, yaitu

Sunday, December 25, 2016

MAKALAH CLAUSE | main and subordinate clause ( complement clause, relative clause, adverbial clause )

MAKALAH
CLAUSES


Disusun oleh :
Bemy Hariadi
Mika Silvia
3C


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
FKIP B.INGRIS
TAHUN AJARAN
2015/2016


PREFACE
All praise and gratitude writer prayed to Allah Swt, upon his grace and hinayah-Nya. So the paper types of clause can be resolved, further peace and blessings authors dedicate to the bosom of the prophet Muhammad Saw, the last prophet and messenger who has guided Umatnya beaten path and while refining morals through divine guidance.
This paper is presented with all its shortcomings, but in the real hope. Perhaps can be used as additional reading material from other books. Suggestions for improvement is expected from the reader to the perfection of this paper.
At last To Allah Swt author begs for mercy. If it comes to errors in the writing of this paper. This paper may be useful. Amin Yaa Rabbal Alamiin.



Bengkulu, 26 december  2016
Author


CHAPTER 1
INTRODUCTION

A. BACKGROUND
Discuss learning English is a must for every human being. Who wants to undergo development. Because without it he will lose direction in achieving the goal, therefore. Speakers present a brief description that will be discussed in this paper.
In mastering conversational English. Our previous must understand the grammar. Therefore the authors discuss in this paper entitled about types of clause.
In this paper the author describes a wide variety clause and examples, gun helps to better understand the deeper.

B. FORMULATION OF THE PROBLEM

From the description above background, author can formulate the problem as follows.
1. What sense of the clause ?
2. There is what type of clause ?
3. What examples in each division clause ?

C. THE PURPOSE
1. From the formulation of the problem above, then I can finish : understanding of the clause.
2. How many types of clause and
3. Examples of the division clause.




CHAPTER II
DISCUSSION

A. Definition Of Clause
Clause is a group of words containing a subjek or predicate. Predicate here can be a verb. Either in the form of an adjective, noun, or other.
Example :
a. I want some cheese
b. She is at home

In English grammar, clause can be divided into two groups, yes it is :
a. Main Clause
b. Subordinat Clause

1) Main Clause
Main Clause in Indonesian is often called the main clause. The main clause is a clause that can stand alone as a simple sentence, and have a complete understanding.
Example :
– They Painted the door.
Mereka mengecat pintu.

2) Subordinat Clause
Subordinat Clause in Indonesian is often called a clause. Subordinat clause is a clause that can not stand alone as a sentence. Clause will have a complete understanding when combined with the main clause.
Example:
– She is the writer whose book you are reading.
Dia adalah seorang penulis yang bukunya sedang kamu baca.
Whose word book you are reading is a subordinate clause. Because the word is not yet have a complete understanding when not combined with the paren requires that she is the writer (dia adalah seorang penulis)



3) Type of Subordinat Clause
a)     Relative Clause
A relative clause is a